Emiten minyak dan gas (migas) PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) memberi kabar terbaru mengenai aksi penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) entitas usahanya. Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi menuturkan perseroan sebenarnya sudah merencanakan anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun sebelumnya.
Sementara itu, rencana itu tertunda. "Memang kami ada merencanakan untuk menjalankan IPO daripada anak usaha kami, yang memang rencana detailnya harusnya tahun sebelumnya tapi tertunda. Insya Allah, kalau semua berjalan lancar tentu rencana itu akan kita realisasikan," kata Djauhar saat Public Expose Live BEI, Kamis (10/9/2026).
Ia enggan menerangkan kapan rencana IPO anak usaha RAJA dapat direalisasikan. Hal itu bergantung pada kondisi pasar. "Karena itu sangat bergantung dari situasi market dan kondisi dan kepada pasar modal pada khususnya di Indonesia," tutur Djauhar.
Pada sesi tanya jawab, Direktur RAJA, Ogi Rulino mengungkap PT Panji Raya Alamindo saat menjawab terkait rencana IPO entitas usaha perseroan. Sementara itu ia tidak menyalurkan kepastian bahwa perusahaan itu yang akan IPO serta tanggal realisasinya. "Kemungkinan besar memang ada anak usaha kami yang akan kami lakukan IPO kembali.
Terkait dengan timingnya, dan tentunya juga yang mana, yang paling bersiap yang akan kami lakukan IPO kembali. Jadi mudah-mudahan bisa di tahun depan," ucap Ogi.
Ringkasnya, selain PT Panji Raya Alamindo, RAJA juga memiliki entitas-entitas usaha lain. Antara lain, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU), PT Raharja Energi Madura, PT Raharja Energi Indonesia, PT Raharja Energi Negeri, PT Energasindo Heksa Karya, PT Petrotech Penta Nusa, PT Heksa Energi Mitraniaga, dan PT Layar Nusantara Gas.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

