PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana merampingkan portofolio bisnisnya dengan menjual sejumlah kepemilikan pada bisnis yang dinilai tidak sejalan dengan bisni inti perseroan. Langkah ini mencakup sejumlah sektor, mulai dari jalan tol hingga bisnis penyediaan air.
Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menuturkan langkah tersebut adalah tindak lanjut dari arahan pemegang saham agar perseroan kembali fokus atau back to core pada bisnis kontraktor.
"Sesuai dengan arahan pemegang saham, ADHI back to core, alhasil bisnis yang tidak inline atau tidak sejalan seluruhnya akan dilakukan proses divestasi," ujar Rozi dalam public expose live 2026, Rabu (9/9/2026).
Rozi menjelaskan, kini struktur ADHI Karya Group terdiri dari 18 entitas, yang mencakup tujuh perusahaan anak dan 10 perusahaan afiliasi yang adalah pemegang saham minoritas, serta 1 cucu usaha di bawah Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
Dari sejumlah perusahaan afiliasi tersebut, ADHI memiliki enam entitas yang bergerak dalam portofolio jalan tol. Beberapa di antaranya adalah Jasamarga Jogja Solo, Jasamarga Jogja Bawen, Jasamarga Akses Patimban, PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) selaku operator tol Bogor-serpong, Jakarta Metro Express yang adalah salah satu portofolio di JORR Elevated, serta Jasamarga Bali Tol.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

