PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026.
Angka ini meningkat 118,4 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp3,8 triliun.
Dari total perolehan kontrak baru tersebut, sekitar Rp5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO), sementara sekitar Rp2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO).
Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini Engineering & Construction senilai 92 persen, diikuti Property & Hospitality senilai 3 persen, Manufacture senilai 3 persen, serta Investment senilai 2 persen.
Ringkasnya, "Dominasi lini Engineering & Construction menunjukkan semakin kuatnya fokus Perseroan pada kompetensi inti konstruksi dan infrastruktur," kata Corporate Secretary Adhi Karya Siswanto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/9/2026).
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

