PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF AeroAsia (GMFI) menerangkan rencana untuk menjalankan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias penerbitan hmetd untuk memenuhi ketentuan minimal porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen pada 2028.
Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi menuturkan, penerbitan hmetd menjadi opsi yang diambil untuk memenuhi aturan free float tahap awal sebesar 12,5 persen pada Maret 2027. Adapun strategi berikutnya masih didiskusikan untuk memenuhi sisanya hingga menyentuh 15 persen
"Kami sedang intens berdiskusi dengan pemegang saham kami, baik dengan Garuda (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk/GIAA) maupun dengan Danantara, langkah apa yang akan kami lakukan. Tapi yang pasti untuk mengantisipasi aturan di Maret 2027 kami sudah punya plan (rencana) untuk menjalankan penerbitan hmetd untuk memenuhi peraturan mengenai free float tersebut," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).
Andi menuturkan, perseroan berkomitmen memenuhi aturan free float tersebut sebagai bagian dari meningkatkan visibilitas di pasar modal secara bersamaan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Dia juga mengungkap, perseroan menerapkan strategi pertumbuhan yang konsisten serta komunikasi yang transparan dengan investor.
Ringkasnya, "Tujuan kami adalah memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, dan memperluas basis investor secara berkelanjutan," katanya.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

