PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) diproyeksikan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 2 Juni 2026. Pertemuan tersebut digelar di Hotel Santika Kelapa Gading (Mahaka Square), Jakarta Utara, mulai pukul 10.00 WIB.
Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro menuturkan, penyelenggaraan rapat adalah tindak lanjut surat perseroan tertanggal 24 April 2026.
Ringkasnya, โPemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 8 Mei 2026,โ tulis Dionysius dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026).
Dalam RUPST, perseroan diproyeksikan meminta persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Selain itu, rapat juga diproyeksikan menetapkan penggunaan laba bersih atau rugi perseroan untuk periode tersebut.
Ringkasnya, agenda lainnya meliputi penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta penetapan gaji, honorarium, dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Sementara itu, RUPSLB akan membahas sejumlah agenda strategis. Salah satunya adalah persetujuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas sesuai ketentuan POJK No. 32/2015 dan POJK No. 14/2019.
Selain itu, perseroan juga diproyeksikan meminta persetujuan atas rencana pembelian aset masih milik pihak terafiliasi, yakni PT Jakarta Indah Casting (JIC). Aset yang diproyeksikan diakuisisi meliputi tanah, bangunan pabrik, serta mesin dan peralatan pendukung yang berlokasi di kawasan EJIP (East Jakarta Industrial Park), Desa Sukaresmi, Kabupaten Bekasi.
Ringkasnya, gPSO juga mengusulkan perubahan kegiatan usaha utama guna memenuhi ketentuan POJK No. 17/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Agenda terakhir RUPSLB adalah perubahan data perseroan terkait perubahan pemegang saham pengendali.
Ringkasnya, โPT Geoprima Solusi Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,โ tegas Dionysius.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

