Jakarta, CNBC Indonesia โ Grup Sinar Mas melalui PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) berencana mengambil alih kendali PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) melalui penawaran tender sukarela bernilai hingga Rp520,09 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi, IMBS menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 994,44 juta saham KETR atau setara 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan harga Rp523 per saham. "Dengan demikian, nilai Penawaran Tender Sukarela adalah sebanyak-banyaknya Rp520.093.166.000," tulis manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi, dikutip Jumat (12/6/2026).
Langkah tersebut berpotensi mengubah peta kepemilikan KETR. Kini pengendali perseroan adalah PT Bahtera Bintang Nusantara dengan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) Joy Wahyudi.
Sementara itu setelah penyelesaian tender offer, IMBS akan menjadi pengendali baru KETR. Dokumen juga mengungkap bahwa perubahan pengendalian tersebut secara bersamaan mengakibatkan perubahan penerima manfaat akhir KETR dari Joy Wahyudi menjadi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), salah satu emiten di bawah Grup Sinar Mas. "Pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela oleh Pihak Yang Menjalankan Penawaran Tender Sukarela juga mengakibatkan terjadinya perubahan penerima manfaat terhadap Perusahaan Sasaran yang semula oleh Joy Wahyudi menjadi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk," tulis perusahaan.
Adapun IMBS adalah perusahaan holding yang baru didirikan pada November 2025. Berdasarkan dokumen tender offer, 99% saham IMBS dimiliki oleh PT DSST Mas Gemilang dan 1% sisanya dimiliki PT Sinarmas Berhasil Sejahtera.
KETR sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur jaringan telekomunikasi, jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi, serta penjualan sistem komunikasi kabel serat optik laut maupun terestrial. Manajemen menjelaskan, aksi korporasi tersebut adalah bagian dari strategi pengembangan usaha.
Pengendali IMBS diketahui juga memiliki kegiatan usaha di bidang infrastruktur kabel serat optik alhasil diharapkan dapat menciptakan sinergi usaha dan memperkuat posisi grup dalam ekosistem infrastruktur telekomunikasi nasional. "Rencana pembelian saham Perusahaan Sasaran melalui Penawaran Tender Sukarela adalah bagian dari strategi pengembangan usaha yang diharapkan dapat menciptakan sinergi usaha, memperkuat posisi strategis grup usaha dalam ekosistem infrastruktur jaringan telekomunikasi," tulis perusahaan. Tender offer dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli hingga 26 Agustus 2026 setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditargetkan terbit pada 23 Juli 2026.
Pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender offer dijadwalkan dilakukan pada 1 September 2026. Harga tender offer Rp523 per saham berada di bawah harga penutupan saham KETR pada 4 Juni 2026 yang menyentuh Rp545 per saham atau setara diskon sekitar 4,04%.
Pada perdagangan kemarin, Kamis (11/6/2026), KETR ditutup di level 570 atau mengalami kenaikan 6,54%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

