Manajemen PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) membidik pendapatan senilai Rp1,010 triliun pada 2026. Target ini mengalami kenaikan 35% dari realisasi pendapatan KETR pada tahun 2025 senilai Rp750,2 miliar.
Dalam materi paparan publik KETR yang disampaikan ke BEI, Kamis (11/6/2026), terungkap, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp750,2 miliar sepanjang tahun 2025. Pendapatan ini mengalami pertumbuhan sebesar 34,8% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp566,4 miliar.
Sebagai catatan, sepanjang kuartal I 2026, KETR membukukan pendapatan sebesar Rp229,80 miliar, meningkat 98,84% dari Rp115,57 miliar di periode serupa tahun 2025. Laba bruto KETR meningkat 48,6% menjadi Rp95,93 miliar dari Rp64,56 miliar pada kuartal I 2025.
Meski beban usaha KETR naik 21,3% menjadi Rp30,01 miliar dari Rp24,74 miliar, Perseroan tetap membukukan laba usaha sebesar Rp65,92 miliar di kuartal I 2026, naik 65,5% dari Rp39,82 miliar pada kuartal I 2025. Laba sebelum pajak KETR menyentuh Rp45,31 miliar, meningkat sebesar 170,83% dari Rp16,73 miliar.
Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk meningkat signifikan senilai 170,83% berubah menjadi Rp45,31 miliar per 31 Maret 2026 dari Rp16,73 miliar per 31 Maret 2025.
Sementara itu, jumlah liabilitas KETR melemah ke Rp958,02 miliar hingga 31 Maret 2026 dari Rp1,22 triliun hingga 31 Desember 2025. Jumlah aset melemah ke Rp2,17 triliun hingga 31 Maret 2026 dari Rp2,39 triliun hingga 31 Desember 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

