Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah emiten Grup Jhonlin milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam terbang pada perdagangan Jumat (18/9/2026), sesudah rencana akuisisi yang sempat berubah menjadi rumor sekitar sebulan akhirnya berujung pada kesepakatan resmi.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, saham BYAN meroket 16,05 persen ke Rp13.375 per unit.
Penguatan juga berlangsung pada sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Grup Jhonlin. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE)
Saham JARR naik 3,34 persen, sementara saham PGUN terangkat 7,71 persen ke Saham TEBE juga naik 12,98 persen.
Reli tersebut berlangsung sehari setelah Bayan Resources mengungkap kesepakatan pengalihan saham dengan kendaraan investasi Haji Isam, PT Jhonlin Baratama.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

