Anomali tampak berlangsung pada pergerakan harga saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang mampu meroket hingga 14,41 persen di tengah tren pelemahan yang tengah melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan Senin (11/5/2026).
Tren berlawanan arah tersebut membukukan saham PADI sebagai penggerak utama pasar dengan memuncaki daftar top frequency dengan total sebanyak 199,97 ribu kali transaksi, serta peringkat kedua top volume perdagangan, dengan menyentuh 31,77 juta lot.
Hingga perdagangan berakhir, masih nampak posisi antrean akumulasi (bid) cukup tebal, yaitu menyentuh 858 ribu lot, yang dapat diartikan sebagai bentuk tingginya minat pelaku pasar terhadap prospek saham PADI ke depan. Tren positif ini juga secara bersamaan menjadi kelanjutan dari tren akumulasi yang terpantau telah mulai berlangsung dalam sepekan terakhir.
"Tentu ini menjadi kabar baik, secara bersamaan menjadi penyemangat bagi kami dalam melanjutkan komitmen untuk menjalankan transformasi total demi memperkuat posisi Perseroan," ujar Direktur Independen secara bersamaan Corporate Secretary PADI, Martha Susanti, dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2026).
Upaya transformasi tersebut, di antaranya, yang menjadi dasar dari rencana manajemen untuk menjalankan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), atau penerbitan hmetd, yang sedianya berencana digelar pada Mei-Juni 2026 ini.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

