PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya mencetak laba bersih pertamanya pada kuartal I-2026 dan laba tersebut diestimasi terus membesar hingga 2028. Muncul target harga saham GOTO.
GOTO membukukan laba bersih pertamanya sebesar Rp258 miliar pada kuartal I-2026 (1Q26). Perolehan laba tersebut setara 30% dan 37% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus tahun berjalan.
“Adjusted EBITDA GOTO menyentuh Rp907 miliar, meningkat 35% qoq atau sekitar 30% dari estimasi kami,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (30/4/2026).
Kinerja GOTO yang kuat itu terutama didorong oleh GoTo Financial (GTF) yang adalah segmen layanan keuangan GOTO. Portofolio pinjaman GTF meningkat 12,7% qoq menjadi Rp9,9 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly transacting users/MTU) senilai 5% qoq berubah menjadi 27,5 juta, serta kontribusi awal dari pembiayaan merchant sekitar Rp0,5 triliun.
Sementara itu, segmen ODS (on-demand services) – layanan seperti transportasi dan pengantaran – turun secara kuartalan, baik pada nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) maupun pendapatan. Penurunan sebagian besar dipengaruhi faktor musiman.
Ringkasnya, “Pertumbuhan GTV yang hanya 4% yoy juga menunjukkan tantangan dalam memperluas pasar massal,” jelas Kafi.
Meski demikian, GOTO masih menunjukkan daya tarik kuat di segmen pelanggan kelas atas. Itu tercermin dari peningkatan margin, dengan margin adjusted EBITDA ODS mengalami kenaikan 35 bps (basis poin) qoq berubah menjadi 2,7%.
GOTO mempertahankan panduan 2026 untuk adjusted EBITDA grup di kisaran Rp3,2-3,4 triliun, meskipun kinerja 1Q26 solid. Bandingkan dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas yang senilai Rp3 triliun.
“Ini mencerminkan sikap hati-hati terhadap ketidakpastian makro, terutama terkait harga bahan bakar dan daya akumulasi masyarakat,” sebut Kafi.
Manajemen GOTO, berdasarkan dia, juga mengindikasikan potensi penyesuaian biaya kepada pelanggan jika kondisi makro memburuk, dengan fokus utama pada segmen pelanggan kelas atas.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan laba bersih GOTO sepanjang tahun berjalan sebesar Rp858 miliar. Laba kemudian diperkirakan naik ke Rp1,64 triliun pada 2027.
Berikutnya, pada 2028, laba bersih GOTO ditaksir bisa menyentuh Rp2,2 triliun.
Ringkasnya, rekomendasi dan Target Harga Saham
Ringkasnya, editor: Jauhari Mahardhika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

