PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyalurkan dividen tunai sebesar Rp40 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang digelar pada 3 Juni 2026.
Dividen tersebut setara dengan dividend yield sekitar 1,8% berdasarkan harga acuan Rp2.300 per saham. Sementara itu, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio menyentuh 18,83%.
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, menuturkan pembagian dividen mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan positif di awal tahun berjalan menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menangkap peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global. Kami terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional, serta perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Sandra dalam Public Expose usai penyelenggaraan RUPST 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Sejalan dengan pembagian dividen tersebut, HRTA membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Pendapatan perseroan menyentuh Rp20,16 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini meroket 196,96% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp6,78 triliun. Laba bersih juga meningkat 189,48% menjadi Rp433,49 miliar dari Rp149,75 miliar pada kuartal I-2025.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% menjadi 7,83 ton. Harga lepas rata-rata atau average selling price (ASP) juga meningkat 71,01% menjadi Rp2,56 juta per gram.
Dari sisi segmen usaha, penjualan masih didominasi segmen grosir dengan kontribusi 90,60% terhadap total pendapatan. Segmen ini mencakup kontribusi dari institusi keuangan bullion bank dan sejumlah perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel berkontribusi 9,13% dan bisnis gadai senilai 0,26%.
Ringkasnya, selain kinerja kuartalan, HRTA juga membukukan rekor kinerja tertinggi sepanjang sejarah pada tahun buku 2025.
Direktur Keuangan PT Hartadinata Abadi Tbk, Ong Deny, menuturkan pendapatan perseroan sepanjang 2025 menyentuh Rp44,55 triliun atau meningkat 144,39% dibandingkan Rp18,23 triliun pada 2024.
“Hartadinata Abadi berhasil membukukan pertumbuhan yang solid dimana di sepanjang tahun 2025, kinerja keuangan Perseroan membukukan rekor tertinggi sepanjang masa. Pendapatan Perseroan di tahun 2025 tercatat meningkat sebesar Rp44,55 triliun, meningkat hingga 144,39% secara y-o-y dari Rp18,23 triliun di 2024.
Di sisi lain, laba bersih tercatat sebesar Rp978,49 miliar di 2025, meningkat 121,29% y-o-y dari Rp442,18 miliar di 2024,” kata Deny.
Ringkasnya, untuk mendukung pertumbuhan bisnis, HRTA telah mengintegrasikan seluruh tahapan proses manufaktur dalam satu ekosistem bisnis yang terhubung. Perseroan juga meningkatkan kapasitas produksi hingga 60 ton per tahun yang mencakup manufaktur emas batangan, perhiasan emas, dan bisnis pemurnian emas.
Kini, HRTA memiliki 85 outlet Hartadinata Abadi dan 138 outlet Gadai Hartadinata Abadi (GHA) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ringkasnya, perseroan juga terus mengembangkan produk EMASKU melalui peluncuran ATM HRTA Gold. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat membeli emas dengan lebih mudah dan praktis.
Kini ATM HRTA Gold telah tersedia di tiga lokasi di Bandung dan Jakarta.
Pada 2026, HRTA diproyeksikan memperkuat branding seluruh portofolio produk emas dan perhiasan melalui HRTA Gold. Perseroan juga tengah menjalani proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) serta berencana menambah jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Perseroan optimistis berpotensi mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders kami,” tutup Sandra.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

