Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Pergerakan indeks hari ini dibayangi aksi lepas bersih oleh investor asing.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan proyeksi pergerakan pasar. Ia menilai indeks berisiko terkoreksi setelah mengalami kenaikan pada hari sebelum itu.
“IHSG berpotensi pelemahan hari ini,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026), IHSG parkir di level 7.174,32. Angka ini terangkat 81,85 poin atau naik sebesar 1,15% dibanding hari sebelum itu.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 361 saham terangkat. Sebanyak 295 saham terkoreksi dan 160 saham lainnya tidak bergerak.
Meskipun indeks terangkat, investor asing membukukan aksi lepas bersih (net sell). Nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp360 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran lepas utama pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BMRI, BRPT, BBCA, AMMN, dan ADRO.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 7.000-7.100. Titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 7.200-7.280.
Fanny juga menyalurkan enam ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati.
Ringkasnya, “Trading idea hari ini: BUMI, RATU, PTRO, MEDC, SSIA, dan LSIP,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

