Meski dibuka terangkat di 7.182,961, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (08/5/2026) ditutup terkoreksi 204,925 atau ambruk 2.86% ke 6.969,396.
Sepuluh (10) indeks sektor hari ini mengalami penurunan antara 0,32% sampai dengan 7,80%. IDXBASIC mengalami penurunan terbesar yaitu 7,80%. Disusul IDXTRSNS turun 5,72%, IDXENERGY turun 4,59% dan IDXINDUST tergerus 4,44%. Sementara satu indeks sektor yang ditutup terangkat adalah IDXHEALTH naik 0,70%.
IHSG hari ini sempat naik ke level tertinggi harian di 7.186,830 dan terendah di 6.969,40. Anjloknya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 575 emiten yang berakhir terkoreksi. Sementara harga saham 133 emiten ditutup naik dan 108 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Jumat (08/5/2026).
Sejumlah emiten yang harga sahamnya ditutup mengalami pelemahan pada Jumat ini, antara lain, ASII mengalami pelemahan 0,43% jadi Rp5.825 per saham. UNVR mengalami pelemahan 1,91% jadi Rp1.800, BBCA mengalami pelemahan 0,80% jadi Rp6.175, BMRI mengalami pelemahan 0,22% jadi Rp4.630, dan BBRI tertekan 1,51% ke harga Rp3.260 per saham.
Selain itu, saham TPIA turun 3,93% jadi Rp5.500 per saham. CDIA turun 4,17% jadi Rp1.035, BRPT turun 5,09% jadi Rp2.050, KEUNTUNGAN turun 5,88% jadi Rp1.120, BUMI turun 6,09% jadi Rp216, DEWA turun 7,96% jadi Rp474, dan PTRO turun 7,76% ke harga Rp5.050 per saham.
Sementara harga saham KLBF naik 2,22% jadi Rp920 per saham. GGRM naik 1,36% jadi Rp16.725, dan TLKM terangkat 1,02% ke harga Rp2.960 per saham.
Total volume perdagangan saham di BEI Jumat (08/5/2026) menyentuh 56,342 miliar lembar saham bernilai Rp36,090triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 2.828.835 kali. Adapun kapitalisasi pasar pada Jumat (08/5/2026) ini tercatat sebesar Rp12.431.382 triliun.
Sementara itu, mayoritas indeks bursa Asia pada Jumat (08/5/2026) ini ditutup terkoreksi. Indeks Nikkei 225, Hang Seng, Shanghai dan Straits Times, ditutup turun masing-masing 0,19%, 0,87%, 0,00% dan 0,41%.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

