Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih memiliki tenaga untuk melaju di zona hijau pada perdagangan Rabu (15/7/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji ketahanannya pada level psikologis tertentu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks masih berpeluang mempertahankan tren positifnya.
“IHSG diproyeksikan tes support di 5980-6000, jika kuat di area tersebut, potensi melanjutkan kenaikan,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Selasa (14/7/2026), IHSG parkir di level 6.039,521. Angka ini naik 1,679 poin atau terangkat 0,03% dibanding hari sebelum itu. Berdasarkan data RTI Business, penguatan tipis ini berlangsung di tengah dinamika pasar yang cukup dinamis.
Meskipun terangkat, perdagangan kemarin disertai dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp886 miliar.
Sejumlah saham perbankan dan komoditas menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham paling banyak dijual asing meliputi BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, hingga PGAS.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.980-6.000. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.100-6.150.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: EMAS, WIFI, INET, ARCI, HRTA, dan MBMA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

