Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami pembalikan arah atau teknikal rebound pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguji ketahanannya pada level psikologis 6.000.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks berpeluang bangkit dalam jangka pendek setelah mengalami tekanan hebat pada hari sebelum itu.
Ringkasnya, “IHSG berpotensi short term teknikal rebound jika bertahan di support 6.000an,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG ditutup merosot tajam sebesar 223,559 poin atau jatuh bebas 3,54% ke level 6.094,941. Padahal, pada pembukaan perdagangan di hari yang sama, indeks sempat terangkat di posisi 6.366,485. Penurunan ini cukup drastis dibandingkan penutupan Rabu (20/5/2026) yang berada di level 6.318,500.
Kejatuhan indeks tersebut disertai dengan aksi lepas bersih (net sell) oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp508 miliar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, BBRI, BMRI, TLKM, hingga DSSA.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.900-6.000. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.120-6.170.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati oleh investor. “Trading idea hari ini: WIFI, PTRO, BRPT, INCO, BUMI, dan JPFA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Ringkasnya, 2. PTRO – Buy on Weakness
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

