Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terangkat tipis pada perdagangan Rabu (15/7/2026). IHSG naik 2,45 poin atau sebesar +0,041% ke level 6.041,97.
Angka ini membuat indeks tetap bertahan di atas level psikologis 6.000. Data perdagangan membukukan 334 saham mengalami kenaikan harga. Sebanyak 267 saham turun dan 195 saham tidak bergerak atau stagnan.
Berdasarkan Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, penguatan indeks didorong oleh saham-saham perbankan seperti BBRI dan BMRI. Selain itu, sentimen positif datang dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook Stable.
Ringkasnya, “Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek selama bertahan di atas support 6.000. Ada peluang untuk menguji resistance pada rentang 6.100 hingga 6.130,” kata Reza.
Reza menjelaskan, pasar kini tengah mencerna meluncurkan data inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat (AS) yang turun 0,3% MoM. Di sisi lain, investor tetap waspada memantau konflik geopolitik antara AS dan Iran.
Ringkasnya, untuk perdagangan Kamis (16/7/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
Ringkasnya, technical Summary: AADI berhasil menembus area resistance Rp8.175 – Rp8.275. Saham ini sanggup menjaga tren kenaikan di atas garis rata-rata 20 hari (MA20). Hal ini membuka peluang penguatan lebih lanjut.
Sentimen Tambahan: Pada kuartal I 2026, AADI membukukan laba bersih sebesar USD 143 juta atau sekitar Rp2,41 triliun. Angka ini turun 27% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Ringkasnya, technical Summary: KIJA berhasil bangkit (rebound) dari area support Rp121 – Rp126. Pergerakan saham ini didukung oleh indikator MACD yang positif. Jika berhasil menembus Rp135, harga berpotensi menuju Rp146.
Sentimen Tambahan: Perusahaan membukukan laba bersih Rp57,8 miliar pada kuartal I 2026. Laba ini meningkat dibandingkan periode serupa tahun 2025 yang sebesar Rp43,2 miliar.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Technical Summary: BUKA sedang menguji area batas atas (resistance) Rp107. Indikator MACD menunjukkan kekuatan yang semakin besar. Investor disarankan menjalankan pembelian saat harga menembus Rp107 (Buy on Break).
Sentimen Tambahan: BUKA membukukan rugi bersih Rp425,8 miliar pada kuartal I 2026. Hasil ini menurun jika dibandingkan periode serupa tahun 2025 saat perusahaan membukukan keuntungan Rp110,7 miliar.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Technical Summary: COCO mengalami tekanan lepas setelah menembus ke bawah level support Rp154. Indikator MACD yang terkoreksi menunjukkan risiko penurunan harga masih besar. Target pelemahan berikutnya menuju Rp123.
Sentimen Tambahan: Laporan kinerja kuartal I 2026 menunjukkan perbaikan. Perusahaan berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp15,0 miliar dari sebelum itu Rp18,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Ringkasnya, trading Plan (SELL):
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

