PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melaporkan seluruh dana hasil penawaran umum yang menyentuh Rp21,3 triliun hingga 30 Juni 2026 telah habis terserap.
Kondisi tersebut berlangsung setelah perusahaan menggelar IPO sekitar lima tahun silam, tepatnya pada 6 Agustus 2021. Bukalapak sempat mengubah rencana penggunaan untuk mempercepat realisasi dana IPO.
Ringkasnya, mengacu laporan realisasi penggunaan dana IPO yang ditandatangani Plt Direktur Utama Bukalapak, Natalia Firmansyah, perseroan memanfaatkan dana IPO sekitar 65,83 persen untuk pengembangan usaha perseroan dan entitas anak. Penggunaan dana dibagi dalam empat tahap masing-masing Rp3,99 triliun, Rp1,65 triliun, Rp535,76 miliar, dan Rp7,85 triliun.
Di posisi kedua, pos terbesar penggunaan dana IPO Bukalapak untuk modal kerja perseroan. Demi keperluan tersebut, Bukalapak menggunakan dana IPO senilai Rp5,94 triliun atau 27,87 persen dari total dana penawaran umum.
Kemudian sisanya 6,3 persen digunakan untuk modal kerja anak usaha. Detailnya yakni PT Buka Mitra Indonesia Rp1,22 triliun, PT Buka Usaha Indonesia Rp16,97 miliar, PT Buka Investasi Bersama Rp26,2 miliar, PT Buka Pengadaan Indonesia Rp35,61 miliar, PT Five Jack Rp42,26 miliar, dan Bukalapak Pte Ltd Rp1,05 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

