Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Pergerakan indeks hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas setelah terangkat signifikan pada hari sebelum itu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, laju indeks dibayangi tekanan aksi ambil untung.
“IHSG berpotensi pelemahan hari ini,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), IHSG parkir di level 6.108,21. Angka ini naik 66,45 poin atau terangkat 1,10% dibanding hari sebelum itu.
Penguatan tersebut dibarengi aksi akumulasi bersih oleh investor asing. Nilainya menyentuh sekitar Rp283 miliar. Sejumlah saham yang paling banyak dikoleksi pemodal luar negeri meliputi BBCA, BMRI, ANTM, AMMN, dan TPIA.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 6.050-6.070. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.130-6.150.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading Idea hari ini: BBRI, BUMI, BRPT, TLKM, ADMR, dan MEDC,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

