Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 0,37 persen ke level Rp6.064,46 poin pada sesi I perdagangan Kamis (16/7/2026). Saham-saham bank berkapitalisasi besar kompak menghijau.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terangkat 0,41 persen ke Rp6.150. Begitu juga dengan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik masing-masing 1,67 persen dan 0,71 persen.
Likuiditas perdagangan di pasar modal kembali melambat dengan nilai transaksi menyentuh Rp5,84 triliun. Sebanyak 150,73 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi sebesar 1,43 juta kali.
Sejalan dengan menguatnya saham big banks, subindeks IDX30 dan LQ45 juga kompak naik masing-masing 0,69 persen dan 0,84 persen. Indeks ISSI terkoreksi tipis 0,05 persen dengan JII dan IDXSHAGROW menghijau 0,62 persen dan 0,86 persen.
Sektor industri dasar memimpin penguatan IHSG dengan kenaikan 1,39 persen, disokong penguatan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang meroket 4,52 persen ke Rp3.930. Adapun sektor industrial justru menahan laju IHSG dipicu saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang terkoreksi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

