Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Pergerakan indeks hari ini akan menguji kekuatan level support setelah pada sesi sebelum itu hanya membukukan penguatan terbatas.
Ringkasnya, head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFPยฎ, menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat meski sempat ditutup di zona hijau.
โIHSG berpotensi kembali pelemahan hari ini,โ ujar Fanny dalam risetnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), IHSG berada di level 6.971 atau naik tipis 0,22% dibandingkan hari sebelum itu. Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak volatil di kisaran 6.989 hingga 7.070.
Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BBRI, dan BREN. Sementara itu demikian, tekanan dari aksi lepas bersih (net sell) investor asing masih membayangi pasar dengan nilai menyentuh sekitar Rp791 miliar.
Ringkasnya, sejumlah saham unggulan yang banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, BBCA, BUMI, BRMS, dan ASII.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp21,13 triliun, relatif stabil dibandingkan hari sebelum itu sebesar Rp21,88 triliun. Tercatat 327 saham terangkat, 357 saham terkoreksi, dan 134 saham stagnan.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support di level 6.850โ6.900 dan resistance pada kisaran 7.000โ7.090.
Ringkasnya, selain itu, Fanny juga merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati dalam perdagangan jangka pendek.
Ringkasnya, โTrading idea hari ini: CDIA, AKRA, INDY, ENRG, BULL, dan MEDC,โ jelasnya.
Ringkasnya, berikut rekomendasi lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau melepas saham. Seluruh rekomendasi adalah pandangan analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Disarankan untuk menjalankan riset secara mandiri sebelum berinvestasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

