Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih memiliki peluang terangkat secara terbatas pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas mengingatkan investor untuk mewaspadai meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memicu pelemahan pasar.
Ringkasnya, untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak di rentang support 5.590 dan resistance pada level 5.840.
โBerdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi terangkat terbatas dengan support dan resistance 5.590 โ 5.840,โ jelas Nico.
Pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026) IHSG tampil perkasa. Indeks komposit meroket signifikan sebesar 404,51 poin atau naik 7,57% ke level 5.746,65. Sektor basic materials menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan sebesar 9,97%. Penguatan ini berlangsung setelah Bank Indonesia (BI) menyalurkan kejutan melalui kebijakan moneter.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, pasar memperoleh angin segar dari kenaikan suku bunga acuan.
BI secara mengejutkan menaikkan BI Rate senilai 25 basis poin berubah menjadi 5,50% dalam rapat di luar jadwal (off-cycle). Langkah ini bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat tertekan terhadap USD.
โKeputusan tersebut langsung memperoleh respons positif dari pasar dengan penguatan rupiah dan perbaikan sentimen investor,โ ujar Nico dalam risetnya.
Meski demikian, Nico mengingatkan investor untuk masih waspada. Tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas pagi ini. Pasukan AS dikabarkan menyerang Pulau Qeshm di Selat Hormuz sesudah helikopter mereka ditembak jatuh.
Kondisi ini diprediksi menyalurkan tekanan bagi IHSG dan pasar obligasi hari ini. Investor perlu mencermati risiko pelemahan di tengah situasi global yang tidak menentu.
Di sisi lain, ekonomi Tiongkok menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Ekspor negara tersebut naik dari 14,1% menjadi 19,4%, sementara impor meningkat ke 27,4%. Sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi pendorong utama melalui penjualan semikonduktor bernilai USD 36 miliar.
Untuk perdagangan hari ini, Pilarmas merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Indofood Berhasil Makmur Tbk (INDF), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Ringkasnya, berikut rekomendasinya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

