JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Rabu (10/6/2026) mengalami kenaikan di atas level 5.800. IHSG sesi I rehat di level 5.881,232, meningkat 134,583 poin atau mengalami kenaikan 2,34%.
Seluruh (11) indeks sektor siang ini mengalami kenaikan senilai 0,46% sampai dengan 4,30%. IDXTECHNO mengalami kenaikan tertinggi yaitu 4,30%. Disusul IDXFINANCE mengalami kenaikan 3,34%, IDXTRANS mengalami kenaikan 3,18%, IDXPROPERT mengalami kenaikan 2,64%, dan IDXENERGY mengalami kenaikan 2,45%.
Naiknya IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 543 emiten yang berakhir terangkat, sementara sebanyak 151 saham ditutup turun dan 118 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Rabu (10/6/2026).
Harga sejumlah saham yang terangkat di sesi pertama hari ini, di antaranya, BBCA naik 5,83% jadi Rp5.450 per saham. TLKM naik 2,67% jadi Rp2.690, DSSA naik 16,30% jadi Rp785, KEUNTUNGAN naik 0,65% jadi Rp780, dan DEWA naik 12,14% ke harga Rp314 per saham.
Selain itu, harga saham RAJA mengalami kenaikan 9,39% jadi Rp3.610 per unit. BRPT mengalami kenaikan 8,73% jadi Rp1.805, BBNI mengalami kenaikan 7,65% jadi Rp3.520, BUMI mengalami kenaikan 3,42% jadi Rp151, PTRO mengalami kenaikan 3,32% jadi Rp4.360, CDIA mengalami kenaikan 2,88% jadi Rp715, BBRI mengalami kenaikan 2,15% jadi Rp2.850, BMRI mengalami kenaikan 1,96% jadi Rp4.170, dan BREN mengalami kenaikan 1,96% ke harga Rp4.170 per saham.
Sementara harga saham AMMN turun 0,88% jadi Rp3.380 per saham. TPIA turun 1,28% jadi Rp1.930, SUPA turun 5,38% jadi Rp615, UNVR turun 0,93% jadi Rp1.590, ASII turun 1,93% jadi Rp4.580, HMSP turun 1,61% jadi Rp610, dan UNTR tertekan 0,23% ke harga Rp21.825 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Rabu (10/6/2026) menyentuh 31,681 miliar lembar saham bernilai Rp19,941 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 2.043.629 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

