Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (7/5/2026) berpotensi terangkat meski masih berisiko terkoreksi.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menuturkan IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di 7.100-7.150.
“Hati-hati jika gagal break, masih berpotensi pelemahan kembali ke 6.850-7.000,” ujrnya dalam riset pada Kamis (7/5/2026).
Support IHSG hari ini di kisaran 6.950-7.000, sementara resistance di level 7.100-7.150.
Indeks sebelum itu ditutup naik 0,5 persen ke 7.092,47 dengan disertai dengan net sell asing Rp484 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing yaitu BMRI, BRPT, BBCA, KEUNTUNGAN, dan TPIA.
Ringkasnya, untuk perdagangan hari ini, Fanny memiliki enam saham pilihan yaitu ELSA, MINA, EMAS, VKTR, DEWA, dan ADMR.
Spec Buy dengan area akumulasi di Rp750-Rp765, cutloss di bawah Rp740. Target dekat di Rp780-Rp800.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

