Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level resistance pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan mencoba menembus area 7.100 hingga 7.150.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyatakan pandangannya mengenai kondisi pasar terkini. Menurut dia, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pelemahan jika indeks gagal menembus titik hambat tersebut.
“IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di 7.100–7.150. Hati-hati jika gagal break, masih berpotensi pelemahan kembali ke 6.850–7.000,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Rabu (6/5/2026), IHSG ditutup terangkat 35,360 poin atau naik 0,50% ke level 7.092,467. Angka ini meningkat dari posisi penutupan Selasa (5/5/2026) di level 7.057,106. Saat pembukaan pasar, indeks sempat berada di level 7.086,340.
Meski terangkat, aksi lepas bersih (net sell) oleh investor asing masih membayangi pasar. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp484 miliar.
Sejumlah saham penggerak pasar menjadi target pelepasan oleh investor asing. Saham tersebut meliputi BMRI, BRPT, BBCA, KEUNTUNGAN, dan TPIA.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 6.950–7.000. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 7.100–7.150.
Fanny juga menyalurkan sejumlah ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: ELSA, MINA, EMAS, VKTR, DEWA, dan ADMR,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isi tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Lakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

