Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (07/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan signifikan. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terangkat 70,427 poin atau 1,19% ke level 5.986,497, semakin mendekati level psikologis 6.000.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.890,441 hingga 5.987,011. Indeks dibuka pada level 5.933,574 dan terus terangkat hingga mengenai posisi tertinggi harian menjelang penutupan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi menyentuh 22,361 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,386 triliun dari 1.673.257 kali transaksi.
Sentimen positif juga tercermin dari mayoritas saham yang terangkat. Sebanyak 430 saham ditutup naik, 212 saham terkoreksi, dan 141 saham berakhir tidak berubah.
Saham-saham yang ditutup terangkat hari ini, Selasa (07/7/2026), antara lain, ASII naik 3,14% jadi Rp4.930 per unit. BBCA naik 2,86% jadi Rp6.300, BBNI naik 5,79% jadi Rp3.470, KEUNTUNGAN naik 3,25% ke harga Rp635 per unit.
Selain itu, harga saham BRPT mengalami kenaikan 4,98% jadi Rp1.580 per unit. AMMN mengalami kenaikan 3,19% jadi Rp3.560, BBRI mengalami kenaikan 2,51% jadi Rp2.860, BMRI mengalami kenaikan 0,99% jadi Rp4.070, TPIA mengalami kenaikan 0,27% jadi Rp1.890, dan PTRO mengalami kenaikan 1,52% ke harga Rp4.010 per saham.
Sementara harga saham RAJA ditutup turun 0,24% jadi Rp4.120 per unit. ANTM turun 0,34% jadi Rp2.930, BUVA turun 0,57% jadi Rp865, BREN turun 0,58% jadi Rp3.420, BUMI turun 0,71% jadi Rp140, DEWA tertekan 2,52% jadi Rp310, dan BRMS turun 2,86% ke harga Rp510 per saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir perdagangan hari ini tercatat senilai Rp10.489,057 triliun.
Ringkasnya, penguatan IHSG pada penutupan perdagangan ini memperpanjang tren positif pasar saham domestik. Indeks berhasil mengakhiri sesi di level tertinggi harian dan hanya terpaut tipis dari level psikologis 6.000, didukung dominasi saham-saham yang berada di zona hijau.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

