Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi tajam pada Selasa (29/9/2026), melanjutkan pelemahan selama empat hari beruntun di tengah tekanan lepas yang meluas di pasar saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.10 WIB, IHSG mengalami pelemahan 1,71 persen ke level 6.042,87.
Nilai transaksi menyentuh Rp4,99 triliun dengan volume perdagangan 15,05 miliar saham.
Sebanyak 634 saham terkoreksi, 89 saham terangkat, dan 240 saham lainnya stagnan.
Sehari sebelum itu, IHSG ditutup terkoreksi 1,51 persen pada Senin (28/9), melanjutkan tekanan lepas di tengah pelemahan rupiah hingga Rp17.965 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000.
Tekanan pasar datang dari kenaikan imbal hasil US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik yang menjaga harga energi masih tinggi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

