Ringkasnya, pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada akhir sesi perdagangan kemarin, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mendarat di zona merah dan menutup pergerakannya di level 5.941.
Nilai indeks tersebut merosot tajam sebesar 4,11 persen dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelum itu. Penurunan ini menempatkan IHSG ke titik terendahnya sejak 2021 silam, atau membukukan rekor terburuk dalam kurun waktu lima tahun terakhir perdagangan saham.
Kendati pasar saham domestik sedang terkoreksi dalam, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis. Purbaya meyakini performa IHSG akan dalam waktu dekat berbalik arah dan kembali menunjukkan taji.
Dia beralasan pondasi fundamental perekonomian nasional kini berada dalam kondisi yang kokoh. “Jangan takut, fundamental ekonomi bagus Jadi ini mungkin ada short, ketakutan (jangka pendek),” kata Purbaya saat ditemui usai rapat di DPR, Rabu (3/6/2026).
Purbaya membeberkan sejumlah indikator riil yang menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional kini. Salah satunya adalah realisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang meningkat secara agresif.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

