Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level hambat (resistance) pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Pergerakan indeks hari ini membayangi kekhawatiran pelemahan lanjutan setelah terjungkal cukup dalam pada hari sebelum itu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya mengenai kondisi pasar kini. Menurutnya, indeks sedang berusaha menguji kekuatan untuk kembali menembus angka psikologis.
“IHSG berpotensi tes resistance di 6000. Hati2 jika gagal break 6000, potensi kembali pelemahan dengan target 5500-5600,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG berakhir di zona merah. Indeks ditutup terjungkal 254,360 poin atau ambles 4,11% ke level 5.941,066. Padahal, saat pembukaan pasar, IHSG sempat terangkat di posisi 6.207,102. Posisi penutupan ini merosot tajam dari hari Selasa (2/6/2026) yang berada di level 6.195,427.
Pelemahan ini dibarengi dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp864 miliar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas utama para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBCA, BBRI, TPIA, DSSA, dan ANTM.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.775-5.850. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.000-6.100.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati investor.
Ringkasnya, “Trading Idea hari ini: ANTM, BUMI, DEWA, BULL, MBMA, dan ARCI,” imbuh Fanny.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

