Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi tajam pada Senin (8/6/2026), melanjutkan pelemahan menjadi empat hari berturut-turut di tengah pelemahan rupiah hingga pelemahan bursa global dan Asia seiring reli saham kecerdasan buatan (AI) kehilangan tenaga.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.39 WIB, IHSG merosot 4,21 persen ke 5.358,98, di kisaran level terendah sejak akhir 2020.
Ringkasnya, nilai transaksi tercatat Rp9,21 triliun dan volume perdagangan 12,95 miliar saham.
Mayoritas saham berada di zona merah, dengan 707 saham mengalami pelemahan, hanya 61 saham mengalami kenaikan, dan 191 sisanya mendatar.
Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, Senin (8/6), tekanan terhadap IHSG masih berlanjut sesudah indeks menembus garis tren mengalami kenaikan (uptrend line) serta area Fibonacci retracement 61,8 persen di level 5.925.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

