Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan fundamental pasar modal Indonesia masih dalam kondisi solid di tengah tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menuturkan, kinerja keuangan emiten menunjukkan daya tahan yang kuat.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah dipublikasikan, rata-rata pertumbuhan laba perusahaan tercatat menyentuh lebih dari 21 persen. Sementara itu, pada kuartal I-2026, sekitar 80 persen emiten masih berhasil membukukan laba bersih.
"Fundamental pasar kita kini dalam kondisi baik. Per akhir tahun 2025, perusahaan-perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/6/2026).
Dia menambahkan, emiten-emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 bahkan membukukan kinerja yang lebih impresif. Rata-rata laba bersih kelompok saham unggulan tersebut meningkat sekitar 29-30 persen pada kuartal I-2026 dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

