Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya menekankan pemerintah tidak akan menjalankan intervensi pasar meski bursa saham sedang memerah.
“Kalau dari saya sih nggak ada (intervensi). Yang penting adalah saya jelaskan fondasi ekonomi kita bagus dan diproyeksikan membaik terus,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Purbaya menilai kondisi ekonomi kini tetap kokoh. Kondisi tersebut seharusnya menjadi landasan utama bagi penilaian harga saham oleh para investor.
Purbaya menyalurkan contoh nyata pada kinerja perbankan nasional. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI baru saja mengumumkan pertumbuhan kredit di atas 13%. Pertumbuhan profitabilitas bank tersebut juga menyentuh angka yang sama.
Ringkasnya, “Berapa puluh triliun, besar sekali. Jadi emang ada perbaikan di sana,” kata Purbaya.
Terkait kemungkinan pelibatan Danantara untuk menstabilkan pasar, Purbaya menepis hal tersebut. Ia mengungkap Danantara adalah lembaga independen milik pemerintah. Purbaya menekankan tidak akan mencampuri urusan lembaga tersebut.
Ringkasnya, “Oh nggak, Danantara itu satu lembaga yang independen. Pemerintah punya entity ya, saya nggak campur,” tegasnya.
Berdasarkan data RTI Business pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG terkoreksi 101,280 poin. Indeks merosot 1,70% ke level 5839,785. Pergerakan indeks hari ini sempat mengenai titik terendah pada level Rp5644,234.
IHSG dibuka pada level Rp5919,565. Sepanjang hari, indeks menyentuh posisi tertinggi pada level Rp5924,508.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 623 saham berakhir di zona merah. Hanya 106 saham yang berhasil terangkat. Sementara itu, 85 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Total volume perdagangan hari ini menyentuh 39,310 miliar saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp25,329 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.289.732 kali.
Kapitalisasi pasar atau market cap bursa ditutup pada angka Rp10.284,953 triliun. Meski IHSG tertekan, aktivitas perdagangan masih tergolong ramai.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

