Sesudah tertekan sepanjang Mei 2026 dengan penurunan 11,92 persen, pelaku pasar kini menantikan apakah Juni berpotensi berubah menjadi titik balik bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ringkasnya, jika melihat pola historis dalam 20 tahun terakhir, Juni sebenarnya termasuk bulan yang relatif bersahabat bagi pasar saham Indonesia.
Data musiman (seasonality) menunjukkan IHSG membukukan kenaikan pada 13 dari 20 periode Juni sejak 2006, atau memiliki probabilitas naik sekitar 62 persen.
Rata-rata kinerja IHSG pada Juni dalam periode tersebut juga masih positif, yakni mengalami kenaikan 0,29 persen.
Ringkasnya, meski tidak setinggi Juli yang memiliki rata-rata kenaikan 3,43 persen, catatan tersebut menunjukkan Juni lebih sering berakhir di zona hijau dibandingkan zona merah.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

