Ringkasnya, data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2–5 Juni 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menerangkan peningkatan tertinggi berlangsung pada rata-rata frekuensi transaksi harian.
“Data perdagangan saham di BEI selama periode 2—5 Juni 2026 ditutup pada zona bervariasi. Peningkatan tertinggi berlangsung pada rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Kautsar, dikutip Minggu (7/6/2026).
Selain frekuensi transaksi, rata-rata volume transaksi harian juga meningkat. Kenaikannya menyentuh 8,66% menjadi 33,63 miliar lembar saham dari 30,95 miliar lembar saham pada pekan sebelum itu.
Di sisi lain, sejumlah indikator pasar mengalami penurunan selama sepekan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat turun 8,59% atau Rp922 triliun menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelum itu.
Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan senilai 5,71% berubah menjadi Rp26,97 triliun dari Rp28,38 triliun pada pekan lalu.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan turut terkoreksi. IHSG turun 8,69% dan ditutup pada level 5.594,765 dari posisi 6.127,381 pada pekan sebelum itu.
Sementara itu, investor asing pada perdagangan hari ini membukukan nilai lepas bersih sebesar Rp3,73 triliun.
Sepanjang tahun 2026, investor asing membukukan nilai lepas bersih sebesar Rp61,36 triliun.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

