Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,14 persen ke 6.668,52 poin pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (10/9/2026). Sempat mengalami kenaikan pada awal sesi, indeks kehilangan tenaga dan bergerak di zona merah.
Ringkasnya, sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.655-6.712. Sebanyak 220,3 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 1,49 juta kali dan nilai transaksi Rp10 triliun di pasar reguler.
Sejalan dengan pelemahan pada IHSG, subindeks IDX30 dan LQ45 juga kompak terkoreksi masing-masing 0,31 persen dan 0,27 persen. Sementara itu, subindeks ISSI dan JII justru terangkat masing-masing 0,05 persen dan 0,42 persen.
Sektor transportasi menjadi pemberat utama IHSG dipicu pelemahan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Sementara sektor energi menghijau didorong oleh reli pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KEUNTUNGAN).
Saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu terpantau terangkat. Selain KEUNTUNGAN yang terangkat 8 persen ke Rp1.015, saham lainnya yang menanjak yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

