STOCKWATCH.ID (JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menghijau pada akhir perdagangan sesi I, Jumat (17/7/2026). Indeks melaju 0,55% atau mengalami kenaikan 33,768 poin ke level 6.141,977.
Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka pada level 6.112,842. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak pada rentang terendah 6.079,318 hingga menyentuh posisi tertinggi di 6.153,163. Kapitalisasi pasar di bursa kini tercatat menyentuh Rp10.716,524 triliun.
Pergerakan pasar pada paruh pertama hari ini didominasi oleh tren positif. Sebanyak 320 saham terpantau mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, 275 saham membukukan penurunan dan 192 saham lainnya berada pada posisi stagnan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Frekuensi transaksi menyentuh 1.157.012 kali. Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 15,752 miliar lembar saham dengan nilai transaksi (turnover) menembus Rp7,231 triliun.
Kenaikan IHSG turut didorong oleh performa sejumlah indeks sektoral. Indeks IDXBUMN20 memimpin penguatan signifikan sebesar 2,5%. Indeks IDX30 menyusul dengan kenaikan 1,83% dan SRI-KEHATI yang meningkat 1,67%. Indeks LQ45 terpantau terangkat 1,62% serta Jakarta Islamic Index (JII) naik tipis 0,46%.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers antara lain PT First Media Tbk. (KBLV) yang meroket 25,93% ke harga Rp136. Diikuti PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) yang naik 25% ke Rp505 dan PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. (BPTR) terangkat 22,06% ke Rp83. Selain itu, saham ECII naik 20,3% ke Rp160 dan BVIC naik 17,86% ke Rp99.
Di sisi lain, jajaran top losers dihuni oleh PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) yang terjungkal 14,29% ke Rp228. PT RMK Energy Tbk. (RMKE) turun 10,48% ke Rp444 dan PT Prodia Diagnostic Line (PRDL) terkoreksi 10,09% ke Rp392. Saham MAPB juga mengalami pelemahan 9,84% ke Rp1.100 serta XCIS turun 8,16% ke Rp90.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

