Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Meski demikian, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih melihat ruang penguatan IHSG, terutama jika akumulasi investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar khususnya sektor perbankan terus berlanjut.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun turun 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595. Pada penutupan perdagangan, sebanyak 282 saham terangkat, 321 saham terkoreksi dan 186 saham stagnan. Transaksi perdagangan menyentuh Rp16,8 triliun dari 63,13 miliar saham yang diperdagangkan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 6.625,39. Nilai transaksi saham menyentuh sekitar Rp15,50 triliun, dengan volume perdagangan 60,81 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,37 juta kali.
Pergerakan IHSG tersebut berlangsung sehari setelah indeks terangkat 1,1 persen ke level 6.600 pada perdagangan 1 September 2026. Penguatan tersebut dipimpin sejumlah saham perbankan besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Mirae Asset menilai penguatan saham-saham tersebut mencerminkan perbaikan market leadership menuju saham large-cap yang memiliki likuiditas lebih tinggi. Arus dana asing yang telah masuk sejak Agustus juga dinilai berubah menjadi sinyal positif bagi pasar domestik.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

