Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sepanjang perdagangan Senin (14/9/2026). Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, IHSG terkoreksi 2,31 persen ke level 6.390.
MenurutBRI Danareksa Sekuritas, tekanan tersebut membuat IHSG menembus pola rising wedge secara bersamaan kembali berada di bawah moving average (MA) 20 di level 6.538. Kondisi ini mengindikasikan pelemahan momentum dalam jangka pendek.
BRI Danareksa mengungkap area 6.390-6.220 sebagai support penting yang perlu diperhatikan investor. Jika area tersebut mampu bertahan, IHSG masih memiliki peluang mengalami technical rebound.
Sebaliknya, apabila tekanan lepas berlanjut dan area support tersebut ditembus, risiko pelemahan IHSG dapat semakin dalam.
Dari indikator momentum, MACD menunjukkan bearish crossover dengan histogram yang kembali berada di zona negatif. Sinyal tersebut turut mengonfirmasi meningkatnya tekanan lepas di pasar saham.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

