Emiten telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diproyeksikan mengandalkan pertumbuhan berbasis aset untuk mengoptimalkan biaya investasi untuk tahun buku 2026.
Melansir materi paparan publik, ISAT menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp13 triliun. Angka itu tidak termasuk untuk biaya lisensi spektrum baru dan capex GPU berbasis kontrak.
Di mana, ISAT tengah menyiapkan diri penguatan kapasitas jaringan melalui partisipasi dalam lelang spektrum frekuensi yang diproyeksikan digelar pemerintah, termasuk pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz.
Ringkasnya, baca Juga: Rupiah Berada di Level Terlemah, Analis Ungkap Skenario Hari Rabu (6/5)
Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan memproyeksikan capex ISAT bisa menyentuh Rp14 triliun, walaupun manajemen mempertahankan panduan capex di Rp13 triliun.
Ini tercermin pada realisasi capex kuartal I–2026 senilai Rp4,1 triliun atau 30% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas, yang dipicu oleh peningkatan penggunaan data dan percepatan pembangunan jaringan di awal periode (front-loaded).
Berdasarkan Kafi dan Erindra, realisasi capex di tiga bulan pertama pada 2025 mencerminkan strategi pertumbuhan ISAT berfokus pada trafik yang membutuhkan investasi jaringan berkelanjutan.
“Potensi tambahan capex dapat muncul dari lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tahun berjalan, di mana indikasi awal menunjukkan harga dasar berpotensi 60–70% lebih rendah dibandingkan benchmark historis,” tulisnya dalam riset yang dirilis Senin (4/5/2026).
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi akumulasi ISAT dengan target harga di Rp3.000. Menurut Kafi dan Erindra, ISAT di perdagangan dengan valuasi menarik di level 4 kali EV/EBITDA untuk 2024.
Sementara itu mereka menyoroti ada beberapa risiko yang berpotensi mengganggu ISAT, yakni kenaikan biaya spektrum, intensitas capex yang lebih tinggi akibat ekspansi berbasis trafik, serta inflasi biaya karyawan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Selenggarakan RUPS, Cermati Rekomendasi Saham ISAT, RAAM, dan NETV di Rabu (6/5)
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

