PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih senilai Rp6,4 miliar pada semester I-2026. Capaian ini berbanding terbalik jika dibandingkan semester I-2025 yang mencetak laba bersih Rp627,6 miliar.
Meski demikian, KIJA membukukan pendapatan konsolidasian senilai Rp2.436,5 miliar pada semester I-2026, mengalami pelemahan 11 persen dibandingkan Rp2.726,4 miliar pada semester I-2025.
Wakil Direktur Utama KIJA Budianto Liman menyatakan, rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) terkait refinancing Senior Notes perseroan menjadi pinjaman bank. Hal itu meliputi rugi selisih kurs sebesar Rp280,7 miliar, biaya penghentian instrumen derivatif (lindung nilai/hedging) Rp154,6 miliar, serta beban amortisasi yang dipercepat terkait Senior Notes yang jatuh tempo pada 2027 bernilai Rp24,9 miliar.
"Biaya-biaya tersebut adalah konsekuensi dari langkah strategis perseroan dalam menjalankan refinancing atas Senior Notes berdenominasi dolar AS menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang rupiah, yang diharapkan menyalurkan manfaat keuangan jangka panjang meskipun berdampak sementara terhadap kinerja keuangan perseroan periode berjalan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Minggu (2/8/2026).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

