PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 bernilai total Rp7.840.000.000. Berdasarkan keterbukaan informasi resmi yang dirilis pada Kamis (11/6/2026), keputusan ini diambil sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang telah digelar pada 8 Juni 2026 lalu.
Melalui aksi korporasi ini, setiap pemegang satu lembar saham emiten produsen kabel tersebut nantinya diproyeksikan mengantongi dividen tunai senilai Rp7. Corporate Secretary Kabelindo Murni Tbk, Intan Eka Dewi, menjelaskan bahwa landasan keuangan yang mendasari pembagian dividen ini adalah laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025.
Sepanjang tahun tersebut, KBLM berhasil membukukan laba bersih yang berpotensi diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp24.854.368.725. Selain didukung perolehan laba, pembagian ini juga ditopang oleh saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai Rp300.037.340.636, dengan total ekuitas perseroan yang tercatat kuat di angka Rp1.422.614.430.298.
Bagi para investor yang mengincar dividen ini, perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi berubah menjadi perhatian utama. Jadwal Cum-dividen (hari terakhir perdagangan saham dengan hak dividen) di kedua pasar tersebut jatuh pada 17 Juni 2026.
Sementara itu, masa Ex Dividen (hari pertama perdagangan saham tanpa hak dividen) di Pasar Reguler dan Negosiasi diproyeksikan dimulai pada keesokan harinya, yaitu 18 Juni 2026. Bagi investor di Pasar Tunai, jadwal Cum-dividen ditetapkan pada 19 Juni 2026, yang kemudian diikuti oleh Ex Dividen pada 22 Juni 2026.
Adapun tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date yang berhak atas dividen tunai ini diproyeksikan dilakukan penutupan pada 19 Juni 2026 tepat pukul 16.00 WIB. Langkah ini berubah menjadi penentu final mengenai siapa saja pemegang saham yang secara resmi tercatat dan berhak menerima distribusi keuntungan tersebut.
Sebagai penutup dari rangkaian aksi korporasi ini, manajemen KBLM menjadwalkan tanggal pembayaran dividen tunai secara serentak pada 8 Juli 2026. Pembayaran ini dipastikan tepat waktu karena selambat-lambatnya dilakukan 10 hari bursa sesudah tanggal pencatatan (recording date).
Manajemen juga menekankan bahwa tidak ada pembagian dividen interim yang dilakukan perseroan untuk tahun buku 2025, alhasil pembayaran kali ini murni adalah dividen final seutuhnya.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

