Ringkasnya, kisruh antara FELDA Malaysia dan Rajawali Group sempat kembali mencuat terkait kepemilikan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Sementara itu, di tengah isu tersebut, kinerja operasional dan kondisi keuangan BWPT justru dinilai menunjukkan perbaikan, dengan laba bersih perseroan diproyeksikan meningkat 20 persen pada 2026.
Analis UOB Kay Hian Willinoy Sitorus dan Audrey Celia dalam riset yang terbit Jumat (11/9/2026) menilai BWPT tengah menjalani proses turnaround sesudah melewati periode tekanan keuangan dan restrukturisasi bisnis dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak diambil alih Rajawali Group pada 2014, landbank BWPT sempat meroket hampir 4,4 kali menjadi 416.006 hektare. Sementara itu, hanya sekitar 147.263 hektare yang telah tertanam. Ekspansi tersebut kemudian diikuti kerugian besar hingga 2019-2021, dengan rugi bersih menyentuh Rp1,4 triliun pada 2021.
Perseroan berikutnya menjalankan divestasi sejumlah anak usaha dan perkebunan yang tersebar alhasil landbank kini menyusut menjadi sekitar 157.000 hektare.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

