Komisaris PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), Biantoro Setijo, menjual sebagian besar kepemilikan sahamnya dengan melepas 193.632.100 lembar saham atau setara 3,22% saham perseroan pada 30 April 2026.
Seperti dikutip dari laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/5/2026), Biantoro melepas saham SRSN di kisaran harga Rp70 hingga Rp71 per lembar. Dari transaksi tersebut, ia mengantongi dana sekitar Rp14,10 miliar.
Ringkasnya, penjualan saham SRSN tersebut dilakukan untuk tujuan divestasi dengan status kepemilikan saham langsung. Pasca transaksi, kepemilikan saham Biantoro di SRSN nyaris habis dan hanya tersisa 11 lembar saham.
Hingga pukul 11.13 WIB pada perdagangan sesi I BEI, Kamis (7/5/2026), saham SRSN tercatat stagnan di level Rp69 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham SRSN turun 1,42%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan harga pada 6 April 2026 sebesar Rp67 per saham, maka saham SRSN masih terangkat 2,98% hingga penutupan perdagangan kemarin.
PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri agrokimia. Perseroan didirikan pada tahun 1983 dengan nama PT Indo Alkohol Utama dan mulai beroperasi secara komersial pada 1989. SRSN kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada Januari 1993.
Perseroan berikutnya menjalankan merger dengan PT Sarasa Nugraha Tbk (SSRN), perusahaan industri kimia dasar, dan resmi menggunakan nama PT Indo Acidatama Tbk pada tahun 2006. Produk utama perseroan meliputi etanol, asam asetat, dan etil asetat yang digunakan di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

