Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), akan memisahkan unit usaha The Royale Krakatau Hotel Cilegon kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Nilai transaksi tersebut menyentuh Rp312 miliar.
Ringkasnya, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis (02/7/2026), manajemen KRAS mengemukakan, rencana tersebut dituangkan dalam Perjanjian Pemisahan Usaha Bersyarat yang ditandatangani PT KSI, PT HIN, dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney pada 26 Juni 2026.
โPerseroan telah menyatakan keterbukaan informasi kepada pemegang saham pada 01 Juli 2026 untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,โ tulis manajemen KRAS.
Manajemen KRAS menjelaskan, transaksi tersebut adalah transaksi afiliasi karena PT HIN, InJourney, dan Krakatau Steel sama-sama dikendalikan secara tidak langsung oleh Negara Republik Indonesia. Meski demikian, transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
โNilai transaksi sebesar Rp312 miliar setara sekitar 2,58% dari ekuitas Krakatau Steel per 31 Desember 2025 yang menyentuh USD725,509 juta. Perseroan menekankan nilai tersebut tidak memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020,โ tulis manajemen KRAS.
Adapun objek transaksi adalah unit usaha The Royale Krakatau Hotel yang dimiliki PT KSI dan selama ini dikelola PT Krakatau Sarana Properti melalui skema kerja sama operasi. Pemisahan usaha dilakukan sebagai bagian dari program konsolidasi hotel badan usaha milik negara (BUMN).
Sebagai kompensasi atas pemisahan aset hotel tersebut, PT HIN akan meluncurkan saham baru Seri C yang akan diambil oleh PT KSI sesuai nilai transaksi. Pelaksanaan transaksi masih menunggu terpenuhinya sejumlah persyaratan, antara lain persetujuan korporasi, hasil uji tuntas, persetujuan kreditur, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen KRAS menilai langkah ini diproyeksikan memperkuat fokus bisnis PT KSI pada pengembangan kawasan industri, infrastruktur, utilitas, dan jasa pendukung. Di sisi lain, pengelolaan bisnis hotel diproyeksikan terintegrasi ke PT HIN yang memiliki kompetensi khusus di sektor perhotelan nasional.
โTransaksi ini diharapkan berpotensi memperkuat posisi bisnis, meningkatkan sinergi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi PT KSI maupun Perseroan dan grup Perseroan,โ tulis manajemen KRAS.
Ringkasnya, manajemen KRAS menambahkan, manfaat lain dari transaksi ini adalah mendukung fokus bisnis PT KSI, mengurangi eksposur terhadap risiko operasional bisnis perhotelan, serta sejalan dengan program konsolidasi dan optimalisasi portofolio bisnis BUMN.
Rencana transaksi tersebut juga telah memperoleh penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Edi Andesta dan Rekan. Penilai menetapkan nilai pasar unit usaha hotel senilai Rp302,302 miliar per 31 Desember 2025.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

