PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) membukukan perbaikan kinerja pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2026 (1Q 2026). Emiten jasa pendukung pertambangan ini berhasil memangkas rugi bersih sebesar 33,06% menjadi Rp19,44 miliar, dibandingkan rugi Rp29,05 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (30/4/2026), pendapatan usaha Perseroan meningkat signifikan sebesar 64,64% menjadi Rp70,01 miliar, dari sebelum itu Rp42,53 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Reli pendapatan didorong oleh segmen penyewaan alat berat yang menyumbang Rp28,82 miliar. Kontributor lainnya berasal dari jasa konstruksi sebesar Rp23,38 miliar dan jasa penambangan bernilai Rp17,82 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan beroperasinya hauling road milik Grup sejak 2025 serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur strategis lainnya.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan RMKO tercatat sebesar Rp83,49 miliar, naik 18,95% dari Rp70,19 miliar pada 1Q 2025. Meski demikian, Perseroan berhasil menekan rugi kotor sebesar 51,26% menjadi Rp13,48 miliar, dari sebelum itu Rp27,66 miliar.
Efisiensi juga terlihat pada sisi keuangan. Beban bunga pinjaman turun 51,3% secara tahunan menjadi Rp1,94 miliar dari Rp3,98 miliar. Perseroan juga membukukan perbaikan arus kas operasi yang berbalik positif menjadi Rp17,6 miliar, dari sebelum itu negatif Rp35,6 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama RMKO, William Saputra, optimistis tren perbaikan ini akan berlanjut di sisa tahun berjalan. Ia mengungkap kinerja berpotensi meningkat pada kuartal berikutnya, seiring faktor cuaca yang lebih mendukung serta kejelasan administrasi RKAB. Berdasarkan data historis, puncak kinerja Perseroan umumnya berlangsung pada semester kedua.
Dari sisi neraca, RMKO memperkuat posisi aset. Total aset Perseroan per Maret 2026 menyentuh Rp616,29 miliar, meningkat 10,64% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp557,02 miliar. Adapun total liabilitas tercatat Rp457,54 miliar dan ekuitas sebesar Rp158,75 miliar.
Ringkasnya, direktur Keuangan RMKO, Elbert, menambahkan fokus ke depan adalah memperkuat struktur modal. Perseroan mulai memonetisasi fasilitas logistik batubara milik Grup yang telah terintegrasi dengan operasional alat berat.
Ke depan, RMKO menargetkan efisiensi beban operasional dan beban keuangan, serta berencana menjalankan penerbitan hmetd dan aksi korporasi lainnya untuk memperkuat struktur keuangan.
Menutup keterangannya, manajemen menekankan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan operasional, serta menyalurkan nilai tambah optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

