Ringkasnya, emiten yang bergerak di bidang industri dan perdagangan produk turunan kelapa sawit, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) melaporkan kinerja keuangan interim untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Perseroan membukukan pertumbuhan positif pada sisi laba bersih meskipun pendapatan mengalami sedikit pelemahan dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Sepanjang kuartal I-tahun 2026, CBUT membukukan laba periode berjalan senilai Rp45,97 miliar. Angka ini meningkat 11,5% dibandingkan capaian kuartal I-2025 yang tercatat senilai Rp41,21 miliar.
Pertumbuhan laba bersih ini turut mendorong kenaikan Laba Per Saham Dasar (EPS) menjadi Rp14,71 per saham dari sebelum itu Rp13,19 per saham pada periode tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini didorong oleh keberhasilan perseroan menekan beban pokok penjualan yang melemah ke Rp2,81 triliun dari Rp2,9 triliun pada tahun 2025.
Hal ini menghasilkan laba bruto sebesar Rp559,3 miliar, meningkat 13,9% dibandingkan Rp490,8 miliar di periode serupa tahun sebelum itu.
Perseroan membukukan total pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp3,37 triliun. Nilai ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,5% dibandingkan realisasi pendapatan pada kuartal I-2025 yang menyentuh Rp3,39 triliun.
Ringkasnya, pendapatan perseroan didominasi oleh penjualan kepada pihak berelasi yang memiliki porsi signifikan dalam struktur operasional.
Secara spesifik, rincian pembelian neto dari pihak berelasi mencakup transaksi dengan PT Sawit Mandiri Lestari bernilai Rp565,21 miliar (22% dari total) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk bernilai Rp349,56 miliar (13% dari total).
Hingga 31 Maret 2026, posisi keuangan perseroan menunjukkan struktur yang terjaga. Total aset tercatat senilai Rp4,03 triliun, sedikit menurun dari posisi akhir Desember 2025 yang senilai Rp4,11 triliun.
Perseroan berhasil memperkuat posisi kas berubah menjadi Rp342,31 miliar, meningkat dari Rp284,83 miliar pada akhir tahun 2025.
Total liabilitas mengalami penurunan berubah menjadi Rp2,87 triliun dibandingkan Rp3 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitas jangka pendek mendominasi dengan nilai Rp2,17 triliun, di mana pinjaman bank jangka pendek tercatat senilai Rp1,35 triliun.
Total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp1,16 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp1,11 triliun.Kinerja positif di awal tahun 2026 ini mencerminkan kemampuan CBUT dalam mengoptimalkan margin laba di tengah fluktuasi pasar komoditas global dan domestik.
Ringkasnya, editor: Erta Darwati
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

