PT United Tractors Tbk. (UNTR) kembali membukukan penurunan tajam kinerja pada periode semester I-2026. Laba bersih periode berjalan terjungkal 91,13% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp742,22 miliar, dari sebelum itu Rp8,37 triliun.
Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp956,28 miliar, merosot 88% yoy dari Rp8,13 triliun pada semester I-2025. Penurunan laba berlangsung seiring dengan melemahnya pendapatan perseroan.
United Tractors membukukan pendapatan bersih Rp58,29 triliun pada enam bulan pertama 2026, turun 14,94% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp68,53 triliun. Bila merinci laporan keuangannya, pendapatan jasa mendominasi, dengan jumlah Rp30,15 triliun, naik tipis dari setahun sebelum itu Rp29,54 triliun.
Kemudian penjualan barang menembus Rp28,13 triliun, turun dari setahun sebelum itu Rp38,98 triliun. Di sisi lain, laba bruto UNTR melemah ke Rp10,51 triliun dari sebelum itu Rp15,01 triliun pada semester I-2025.
Sejumlah beban juga meningkat, seperti beban penjualan sebesar Rp858,42 miliar dari sebelum itu Rp484,34 miliar. Beban umum dan administrasi perseroan juga naik ke Rp3,92 triliun dari Rp2,85 triliun pada periode serupa tahun sebelum itu.
Selain itu, UNTR membukukan kerugian atas penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha sebesar Rp2,75 triliun. Kondisi tersebut membuat laba sebelum pajak penghasilan merosot drastis menjadi Rp2 triliun, dari Rp11,01 triliun pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset United Tractors per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp179,06 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp177,64 triliun. Sementara total liabilitas menyentuh Rp77,31 triliun dan total ekuitas sebesar Rp101,75 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

