Pengendali secara bersamaan Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Datoโ Dr. Low Tuck Kwong, kembali menambah kepemilikan sahamnya di perseroan. Taipan batu bara tersebut merogoh kocek hingga Rp72 miliar untuk membeli saham BYAN di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar.
Ringkasnya, berdasarkan laporan kepemilikan saham yang dirilis Senin (18/5/2026), transaksi pembelian dilakukan dalam dua tahap. Pada 12 Mei 2026, Low Tuck Kwong membeli 3.000.000 saham. Sehari kemudian, 13 Mei 2026, ia kembali membeli 3.000.000 saham.
Dengan demikian, total saham yang diborong menyentuh 6.000.000 lembar. Seluruh transaksi dieksekusi pada harga Rp12.000 per saham, alhasil nilai pembelian masing-masing hari menyentuh Rp36 miliar. Total dana yang digelontorkan menyentuh Rp72 miliar.
Ringkasnya, aksi pembelian ini menarik perhatian karena dilakukan pada harga premium, di atas harga penutupan saham BYAN di pasar reguler.
Pada perdagangan 12 Mei 2026, saham BYAN ditutup turun 3,80% ke level Rp11.400 per saham. Artinya, harga akumulasi Low Tuck Kwong lebih tinggi Rp600 per saham dibandingkan harga penutupan hari itu.
Kondisi serupa berlangsung pada 13 Mei 2026. Saat itu, saham BYAN ditutup terkoreksi 1,75% ke level Rp11.200 per saham. Meski demikian, Low Tuck Kwong tetap membeli di harga Rp12.000 per saham, atau Rp800 lebih tinggi dari harga pasar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan langsung Low Tuck Kwong di BYAN naik ke 13.412.921.870 saham atau setara 40,24% dari total saham dengan hak suara. Sebelum itu, ia menggenggam 13.406.921.870 saham atau 40,22%.
Dalam laporan tersebut, Low Tuck Kwong mengungkap tujuan transaksi ini adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.
Sebagai pemegang saham pengendali, ia juga menekankan komitmennya untuk tetap mempertahankan kendali atas perusahaan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

