Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah melaksanakan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (pembelian kembali saham) sebanyak 46,31 juta lembar saham pada 30 Juni 2026. Tansaksi tersebut dilakukan melalui PT BNI Sekuritas.
Corporate Secretary MEDC, Siendy K. Wisandana dalam laporan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu 15 Juli 2026 menuturkan, jumlah saham hasil pembelian kembali saham yang dialihkan atau dijual oleh Perseroan tercatat sebanyak 46.314.330 lembar saham.
Sementara itu, lanjut Siendy, Perseroan tidak membukukan harga rata-rata transaksi, jumlah dana yang didapat maupun kerugian dari pengalihan saham tersebut. Identitas pihak pembeli juga tidak disebutkan dalam laporan.
Ringkasnya, siendy menjelaskan, dengan pelaksanaan pengalihan kembali saham Perseroan hasil Buy Back, maka akumulasi pengalihan kembali saham hasil Buy Back adalah sebagai berikut.
Setelah transaksi tersebut, kata Siendy, total saham hasil pembelian kembali saham yang telah dialihkan Medco Energi menyentuh 46.314.330 lembar saham. Sementara itu, jumlah saham hasil pembelian kembali saham yang masih belum dialihkan tercatat sebanyak 11.204.078 lembar saham.
Adapun laporan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham tersebut disampaikan Perseroan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia pada 15 Juli 2026 melalui sistem pelaporan elektronik. Dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Siendy K. Wisandana.
Di Bursa Efek Indonesia, saham MEDC ditutup mengalami pelemahan 0,40% berubah menjadi Rp1.245 per unit pada perdagangan, Rabu 15 Juli 2026. Selama periode sepekan, saham MEDC mengalami kenaikan 6,86%. Jika dibandingkan antara harga 15 Juni senilai Rp1.180 per unit terhadap penutupan hari Rabu ini, maka saham emiten minyak dan gas tersebut telah meningkat senilai 5,5%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

