Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 22-26 Juni 2026 ditutup di zona negatif. Selama sepekan, IHSG turun 4,55% ke level 5.896,134 dari posisi sebelum itu 6.177,139. Meski begitu, tercatat lima saham emiten mampu mencetak top gainers selama periode tersebut.
Menurut data RTI Business, dikutip Minggu (28/6/2026), tercatat lima saham menduduki posisi top gainers. Pertama, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin daftar top gainers dalam periode lima hari perdagangan (22-26 Juni 2026). Saham emiten jasa transportasi tersebut meroket 25,71% menjadi Rp88 per saham atau naik 18 poin.
Kenaikan SDMU didukung aktivitas perdagangan yang tinggi. Volume transaksi menyentuh 850,5 juta saham, dengan frekuensi 58.209 kali dan nilai transaksi sebesar Rp80,9 miliar. Data RTI Business juga membukukan net foreign buy (NFB) sebesar Rp1,1 miliar.
Posisi kedua ditempati saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) yang terangkat 25,00% ke level Rp70 per saham atau meningkat 14 poin. Saham ini diperdagangkan sebanyak 363,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp26,2 miliar. Investor asing masih membukukan net foreign sell (NFS) sebesar Rp175,5 juta.
Sementara itu, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) berada di peringkat ketiga setelah naik 24,56% menjadi Rp71 per saham. Volume perdagangan menyentuh 450,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp28,3 miliar. Saham ini membukukan net foreign buy sebesar Rp3,5 juta.
Di posisi berikutnya, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meroket 22,01% ke level Rp3.160 per saham atau naik 570 poin. Nilai transaksi saham JSMR menyentuh Rp356,7 miliar dengan volume perdagangan 123,7 juta saham. Investor asing tercatat menjalankan net foreign sell sebesar Rp100,5 miliar.
Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) juga masuk dalam daftar lima besar top gainers setelah terangkat 20,96% menjadi Rp202 per saham. Saham ini membukukan volume transaksi 295,6 juta saham dengan nilai transaksi Rp58,1 miliar. Adapun investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp324,2 juta.
Berdasarkan data RTI Business tersebut di atas, kenaikan sejumlah saham tersebut menunjukkan tingginya minat investor selama periode lima hari terakhir, meski pada beberapa emiten masih diwarnai aksi lepas bersih oleh investor asing.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

