PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic (MORA) memastikan jaringan konektivitas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih aman dan berjalan normal sesudah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Chief Executive Officer (CEO) PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman menerangkan, kondisi jaringan perseroan tetap dalam kondisi 100 persen tidak terganggu di tengah proses pemulihan pascagempa. Keandalan konektivitas tersebut ditopang jaringan backbone yang terproteksi melalui kombinasi kabel laut dan kabel darat.
"Di tengah kondisi seperti ini, kami memastikan konektivitas masih terjaga karena akses komunikasi dan informasi sangat dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur jaringan yang terproteksi melalui kombinasi kabel laut dan kabel darat memungkinkan layanan masih berjalan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Kabel laut berubah menjadi salah satu penopang utama jaringan backbone MoraRepublic di wilayah tersebut. Dengan sistem jaringan yang menggunakan kombinasi jalur kabel laut dan darat, layanan konektivitas masih berpotensi beroperasi meski sejumlah wilayah terdampak gempa.
Selain itu, kata Timotius, perseroan juga menjalankan pemantauan jaringan secara real-time untuk memastikan performa dan kualitas konektivitas tetap terjaga. Hingga kini, infrastruktur jaringan MoraRepublic disebut beroperasi dengan baik dan tetap melayani pelanggan serta kebutuhan akses internet masyarakat di NTT.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

